Santri Pondok Sepanjang Raih Juara 3 Videografi RMI Fest Malang 2025

Tiga santri Pondok Sepanjang pemenang Juara 3 Videografi RMI Fest Kabupaten Malang memegang sertifikat penghargaan

MALANG – Kabar membanggakan datang dari dunia pesantren. Tim Media Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha’ (Pondok Sepanjang) berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 3 Videografi pada ajang bergengsi RMI Fest. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Kabupaten Malang.

Penghargaan tersebut disahkan melalui sertifikat yang diterbitkan pada 20 Desember 2025. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa santri Pondok Sepanjang mampu bersaing dalam kreativitas digital meski hidup dalam lingkungan pesantren salaf yang kental dengan tradisi kitab kuning.

Kreativitas Tim Media di Tengah Tantangan

Video dokumenter bertajuk “INILAH KAMI” menepis stigma pesantren sebagai lembaga kuno dengan menampilkan wajah Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha’ yang mendidik santri untuk tidak hanya cerdas mengaji, tetapi juga mandiri dan beretika. Melalui narasi visual ini, pesantren digambarkan sebagai tempat menempa jati diri dan istiqomah, di mana peran guru sangat vital sebagai penyambung sanad keilmuan hingga Rasulullah, mempersiapkan santri untuk berguna di berbagai bidang kehidupan berlandaskan adab yang kuat.

Karya videografi yang memukau dewan juri ini lahir dari tangan dingin tiga santri berbakat: M. Akmal Wathiq Murtadho, M. Faris Firmansyah, dan Ahmad Syaifuddin. Mewakili Tim Media Pondok Sepanjang, mereka tidak hanya sekadar merekam gambar, tetapi menyusun narasi visual yang kuat.

Perjalanan menuju podium juara tidaklah instan. Salah satu anggota tim mengungkapkan bahwa proses produksi dimulai dengan penyusunan naskah (script) yang mendalam serta konsultasi intensif dengan dewan pengurus dan senior tim media.

Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah mengejar otentisitas. Tim memutuskan untuk mengambil angle yang sangat natural.

“Kendalanya ada di pencarian beberapa momen. Kami harus sabar menunggu karena kami ingin menangkap suasana yang benar-benar natural, bukan rekayasa,” ungkap perwakilan tim media tersebut.

Transformasi Dakwah Santri di Era Digital

Prestasi di ajang RMI Fest Kabupaten Malang ini membawa pesan penting tentang posisi santri di era modern. Seringkali, keterbatasan akses gawai di pesantren dianggap sebagai penghambat kemajuan teknologi. Namun, Tim Media Pondok Sepanjang justru membuktikan sebaliknya.

Kemenangan ini menegaskan bahwa santri hari ini adalah santri yang adaptif. Mereka menjadikan perkembangan teknologi dan sosial media bukan sebagai gangguan, melainkan sebagai media syiar yang efektif. Melalui lensa kamera, nilai-nilai pesantren yang damai dan sejuk dapat disebarluaskan ke khalayak yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas kesantrian mereka.

Harapan dan Pesan untuk Santri Nusantara

Meski persiapan yang dilakukan tergolong singkat atau “mepet”, rasa syukur tak henti-hentinya diucapkan oleh tim saat pengumuman pemenang dibacakan.

“Ada rasa sedikit kaget karena persiapan kami mepet, tapi alhamdulillah masih bisa juara,” tutur salah satu pemenang dengan penuh syukur.

Menutup wawancara, para juara ini menitipkan pesan inspiratif bagi rekan-rekan santri di Pondok Sepanjang maupun di seluruh Indonesia. Mereka berharap prestasi ini dapat memicu semangat santri lain untuk menggali potensi diri.

“Harapannya rekan santri bisa mengikuti lomba semacam ini. Karena potensi santri tidak hanya mengaji, tapi ini menjadi bukti santri bisa berprestasi di berbagai bidang,” pungkasnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Pondok Sepanjang untuk terus melahirkan talenta-talenta muda yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam teknologi dan syiar digital.

Bagikan Artikel Ini

Share:

More Posts

Send Us A Message

Scroll to Top