Gondanglegi – Semangat demokrasi kembali terasa di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha melalui pelaksanaan Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) Ketua Munadzomah Santri Shirothul Fuqoha dan Ketua Lajnah Bahtsul Masa’il masa khidmat 2026/2027. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, mulai pukul 21.00 WIB, bertempat di Aula Turmusy, dan dihadiri oleh 74 pemilih yang terdiri dari unsur santri senior serta dewan pengurus.
PEMIRA tahun ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi santri di lingkungan pondok. Dengan mengusung sistem pemilihan langsung menggunakan bilik suara, kegiatan ini menegaskan komitmen pondok dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, tanggung jawab, serta kepemimpinan kepada para santri.
Rangkaian Acara Berjalan Tertib dan Terstruktur
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk permohonan keberkahan dan kelancaran acara. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon, yang menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama.
Sebagai panduan jalannya proses pemilihan, tata tertib PEMIRA disampaikan oleh saudara Faiq Maftuh. Penyampaian tata tertib ini menjadi langkah penting guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara tertib, transparan, dan sesuai dengan aturan yang telah disepakati bersama.
Enam Kandidat Membawa Gagasan dan Program
PEMIRA tahun ini diikuti oleh enam kandidat yang terbagi dalam dua organisasi. Untuk posisi Ketua Munadzomah Santri Shirothul Fuqoha, terdapat tiga kandidat, yaitu M. Syarif Aisy Fillah, M. Afiffudin Fauzi, dan M. Rifki Hannani. Sementara itu, pemilihan Ketua Lajnah Bahtsul Masa’il diikuti oleh Muh. Ghifaary Fitranova, Akromal Umam, dan Ahmad Mudzaki.
Sebelum memasuki tahap pemungutan suara, para kandidat diberikan kesempatan untuk memaparkan visi dan misi masing-masing. Dalam sesi ini, para calon menyampaikan gagasan mengenai arah pengembangan organisasi, peningkatan kualitas kegiatan santri, serta strategi membangun sinergi antaranggota organisasi.
Sesi kemudian berlanjut dengan tanya jawab yang berlangsung interaktif dan dinamis. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan yang mencerminkan keseriusan dalam memilih pemimpin. Pertanyaan yang dilontarkan mencakup strategi pengembangan organisasi, manajemen organisasi, manajemen risiko, kejelasan rencana program kerja, hingga aspek kepribadian dan kesiapan kandidat dalam mengemban amanah kepemimpinan.
Melalui sesi ini, para pemilih memperoleh gambaran lebih mendalam mengenai kapasitas, visi, serta komitmen masing-masing calon pemimpin.
Pemungutan dan Penghitungan Suara Berlangsung Transparan
Setelah seluruh rangkaian penyampaian gagasan selesai, proses pemungutan suara dilaksanakan menggunakan sistem bilik suara. Sistem ini memberikan ruang bagi para pemilih untuk menyalurkan hak pilih secara bebas, rahasia, dan bertanggung jawab.
Suasana pemilihan berlangsung tertib dan penuh kesadaran. Antusiasme peserta semakin terasa saat memasuki proses penghitungan suara. Penghitungan dilakukan secara terbuka dan transparan sehingga seluruh peserta dapat menyaksikan langsung jalannya proses tersebut. Euforia peserta pun tampak ketika hasil perolehan suara mulai diumumkan.
Penetapan Ketua Terpilih
Berdasarkan hasil penghitungan suara, ditetapkan bahwa Ketua Munadzomah Santri Shirothul Fuqoha masa khidmat 2026/2027 terpilih adalah M. Syarif Aisy Fillah, sedangkan Ketua Lajnah Bahtsul Masa’il masa khidmat 2026/2027 terpilih adalah Muh. Ghifaary Fitranova.
Dalam pidato kemenangannya, M. Syarif Aisy Fillah menyampaikan pesan motivasi dengan mengutip nasihat gurunya:
“Tidak ada yang bisa menghancurkan besi kecuali karatnya sendiri. Tidak ada yang bisa menghancurkan kita kecuali pola pikir kita sendiri. Jadi kita harus berpikiran positif, jangan pedulikan omongan orang. Ketika ada orang yang membicarakan kekuranganmu, tersenyumlah, karena kekuranganmu saja diperhatikan, apalagi kelebihanmu pasti diperhitungkan.”
Pesan tersebut menjadi refleksi sekaligus ajakan kepada seluruh santri untuk menjaga pola pikir positif serta memperkuat kebersamaan dalam membangun organisasi.
Sementara itu, Ketua Lajnah Bahtsul Masa’il terpilih, Muh. Ghifaary Fitranova, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan PEMIRA. Ia juga memohon doa dan dukungan seluruh santri agar dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Apresiasi dan Harapan Kepala Pondok
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha, Ustadz Abdurrohmah Sholeh, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PEMIRA yang berjalan dengan tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan.
Beliau juga menyampaikan harapan agar pada pelaksanaan PEMIRA di masa mendatang kegiatan ini dapat melibatkan seluruh santri, tidak hanya santri thobaqoh Tsanawiyah dan Aliyah saja. Pelibatan seluruh santri diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan demokrasi yang lebih luas sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab organisasi sejak dini.
Momentum Regenerasi dan Penguatan Organisasi Santri
Kegiatan PEMIRA kemudian ditutup dengan doa bersama yang dilanjutkan dengan sesi dokumentasi. Pelaksanaan PEMIRA ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin organisasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan, musyawarah, serta tanggung jawab kolektif bagi para santri.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru, diharapkan Munadzomah Santri Shirothul Fuqoha dan Lajnah Bahtsul Masa’il dapat menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas program kerja, serta memperkuat peran organisasi dalam mendukung perkembangan santri dan kemajuan Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha.






