Sholat Idul Fitri merupakan salah satu momen paling istimewa bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Pada hari yang penuh kebahagiaan ini, umat Islam merayakan kemenangan spiritual dengan memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT.
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada pagi hari Idul Fitri adalah melaksanakan Sholat Id secara berjamaah. Sholat ini menjadi simbol kebersamaan umat Islam sekaligus bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah setelah melewati bulan Ramadhan.
Karena sholat Id hanya dilaksanakan setahun sekali, tidak sedikit umat Islam yang terkadang lupa mengenai tata cara pelaksanaannya. Oleh karena itu, memahami kembali panduan sholat Idul Fitri menjadi hal penting agar ibadah dapat dilakukan dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Dalil Disyariatkannya Sholat Idul Fitri
Pelaksanaan sholat Idul Fitri memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an, hadits Nabi, serta penjelasan para ulama dalam kitab-kitab fiqih.
Dalil dari Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ
Artinya:
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan zakat) dan dia mengingat nama Tuhannya lalu melaksanakan sholat.” (QS. Al-A‘la: 14–15)
Sebagian ulama tafsir menafsirkan bahwa ayat ini berkaitan dengan zakat fitrah dan pelaksanaan sholat Idul Fitri.
Dalil dari Hadits Nabi
Dalam hadits sahih riwayat Abdullah bin Abbas disebutkan:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ خَرَجَ يَوْمَ الْفِطْرِ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهُمَا وَلَا بَعْدَهُمَا
Artinya:
“Rasulullah ﷺ keluar pada hari Idul Fitri lalu beliau melaksanakan sholat dua rakaat dan tidak melakukan sholat sebelum maupun sesudahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa sholat Id merupakan ibadah yang secara langsung dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Penjelasan Ulama dalam Kitab Kuning
Dalam kitab fiqih madzhab Syafi’i yakni Kitab Taqrib karya Syekh Abu Syuja’, pada Bab Shalatain (shalat dua hari raya) disebutkan:
وصلاة العيدين أي الفطر والأضحى (سنة مؤكدة وتشرع جماعة ولمنفرد ومسافر وحر وعبد وخنثى وامرأة
Artinya:
“Shalat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), hukumnya sunnah muakkadah. Shalat ini disyariatkan dilakukan secara berjamaah. Boleh juga dilakukan oleh orang yang shalat sendirian, oleh musafir, oleh orang merdeka, budak, khuntsa, dan perempuan.”
Keterangan ini menunjukkan bahwa sholat Id sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam. Banyak umat Islam masih merasa ragu tentang tata cara sholat Idul Fitri karena hanya dilakukan setahun sekali. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Fitri
Waktu pelaksanaan sholat Id dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu dzuhur. Umumnya sholat Id dilaksanakan sekitar 10–15 menit setelah matahari terbit.
Para ulama juga menjelaskan bahwa sholat Idul Fitri dianjurkan untuk sedikit diakhirkan waktunya dibandingkan sholat Idul Adha. Hal ini agar memberi kesempatan bagi umat Islam yang belum menunaikan zakat fitrah.
Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri
Para ulama menjelaskan beberapa amalan sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan sholat Id.
Beberapa sunnah tersebut antara lain:
1. Mandi sebelum berangkat sholat
Para ulama menjelaskan bahwa mandi pada hari raya merupakan sunnah.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menyebutkan bahwa mandi pada hari raya termasuk sunnah yang dianjurkan.
2. Memakai pakaian terbaik
Dianjurkan memakai pakaian terbaik sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya.
3. Memakai wewangian
Bagi laki-laki dianjurkan memakai parfum atau wewangian sebelum berangkat menuju tempat sholat.
4. Makan sebelum berangkat sholat Idul Fitri
Dalam hadits riwayat Anas bin Malik disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ
Artinya:
“Rasulullah ﷺ tidak berangkat sholat Idul Fitri sebelum makan beberapa butir kurma.”
(HR. Bukhari)
5. Memperbanyak takbir
Umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca takbir sejak malam Idul Fitri hingga pelaksanaan sholat Id.
Niat Sholat Idul Fitri
Seperti sholat lainnya, sholat Idul Fitri juga diawali dengan niat.
- Niat menjadi makmum
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
- Niat menjadi imam
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Tata Cara Sholat Idul Fitri
Tata cara sholat Idul Fitri secara umum sama seperti sholat biasa, namun terdapat tambahan takbir pada setiap rakaat.
Berikut urutan pelaksanaannya:
Rakaat Pertama
- Niat sholat Idul Fitri
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Takbir tambahan 7 kali (Selain takbiratul Ihram)
Di sela-sela takbir dianjurkan membaca:
اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
atau
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat Al-A’la
- Ruku’
- I’tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri menuju rakaat kedua
Rakaat Kedua
- Takbir tambahan 5 kali (Selain takbiratul Ihram)
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat Al-Ghasyiyah
- Ruku’
- I’tidal
- Sujud
- Duduk tasyahud
- Salam
Khutbah Setelah Sholat Id
Setelah sholat selesai, imam biasanya menyampaikan khutbah Idul Fitri. Khutbah ini dilakukan setelah sholat, berbeda dengan khutbah Jumat yang dilakukan sebelum sholat.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
صحيح البخاري ٩٠٩: حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي الْحَسَنُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَكُلُّهُمْ كَانُوا يُصَلُّونَ قَبْلَ الْخُطْبَةِ
Artinya:
“: Telah menceritakan kepada kami [Abu ‘Ashim] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Al Hasan bin Muslim] dari [Thawus] dari [Ibnu ‘Abbas] berkata: “Aku menghadiri shalat Hari Raya bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, ‘Umar dan ‘Utsman radliyallahu ‘anhum, bahwa mereka semua melaksanakan shalat sebelum khutbah.”.” (HR. Bukhori 909)
Penutup
Sholat Id pada hari Idul Fitri merupakan salah satu syiar penting dalam Islam. Melalui ibadah ini, umat Islam berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk mensyukuri nikmat Allah setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Dengan memahami tata cara sholat Idul Fitri beserta dalil-dalilnya, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan penjelasan para ulama.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah.
Informasi Penerimaan Santri Baru Bisa di akses melalui link berikut : Link Pendaftaran Santri Klik Disini
Penulis : Tim Redaksi Media Pondok Sepanjang
Editor : Tim Redaksi Media Pondok Sepanjang



