Kurikulum Pendidikan Pesantren

Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT)

Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha’ merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang berfokus pada penguatan dasar-dasar ilmu Islam melalui pembelajaran kitab-kitab klasik (kitab kuning). MDT menjadi bagian inti dari sistem pendidikan pesantren yang bertujuan membentuk santri yang memiliki pemahaman agama yang kokoh, berakhlakul karimah, serta disiplin dalam menjalani kehidupan pesantren.

Pembelajaran MDT diselenggarakan secara terstruktur, berjenjang, dan berkesinambungan, dengan pendampingan langsung dari para asatidz dan asatidzah sesuai bidang keilmuannya. Sistem pendidikan ini dirancang agar santri tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu membaca, mengkaji, dan mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari.


Jenjang Pendidikan MDT

Untuk mencapai kelulusan dan mengikuti wisuda, MDT memiliki tiga jenjang pendidikan, yaitu:

 

    • Ula

    • Wustho

    • Ulya

Setiap jenjang terdiri dari tiga tingkatan kelas, yaitu:

 

    • Kelas 1

    • Kelas 2

    • Kelas 3

Dengan demikian, santri menempuh pendidikan MDT secara bertahap dan sistematis hingga mencapai jenjang akhir sebagai bentuk pematangan keilmuan dan kesiapan akademik.


Sistem Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas di Madrasah Diniyah Takmiliyah dilaksanakan satu kali dalam satu tahun ajaran. Santri dinyatakan naik kelas atau naik jenjang berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan sepanjang tahun.


Sistem Evaluasi dan Ujian

Dalam satu tahun ajaran, MDT menyelenggarakan empat kali ujian kuartal, yaitu:

 

    • Kuartal 1

    • Kuartal 2

    • Kuartal 3

    • Kuartal 4

Setiap ujian kuartal mencakup empat komponen penilaian utama, meliputi:

 

    1. Taftisyul Kutub, untuk menilai kesiapan dan penguasaan materi kitab yang dipelajari.

    1. Qiro’atil Kutub, untuk mengukur kemampuan santri dalam membaca dan memahami kitab.

    1. Tamrin, sebagai bentuk evaluasi latihan dan pemahaman materi secara tertulis maupun lisan.

    1. Muhafadzoh (Hafalan) Nadzom, untuk menilai kekuatan hafalan dan pemahaman nadzom yang menjadi dasar keilmuan.

Sistem evaluasi ini bertujuan untuk memastikan perkembangan santri secara menyeluruh, baik dari aspek pemahaman, keterampilan membaca kitab, latihan, maupun hafalan.

Kitab yang diajarkan

Thobaqoh Kitab yang diajarkan Hafalan
1 Ula Fasolatan, Alala, Pegon, Syifaul Jinan, Aqidatul Awam, Muntakhobat, Tarih Nabi, Ngudi Susilo, Akhlaqu Lil Banin, Rokhmat, Sirah, Nahwu Jawan, Safinatun Najah, Tanwirul Qori Nadhom Aqidatul Awam
2 Ula Khoridatul Bahiyah, Jurumiyah, Tanbihul Muta’alim, Amtsilati Tashriffiyah, Mabadi’ Fiqh Juz 1 dan 2, Tuhfatul Atfal, Qowaidul I’lal, Risalatul Qurro’, Al-Mathlab, Haulai Masyayikhuna, Hulashoh Juz 1, Tanwirul Hija, Bidayatul Hidayah, Aswaja (ke-NU-an), Hujjah Aswaja Al Ajurumiyah
3 Ula Jawahirul Kalamiyah, mabadi’ Fiqh Juz 3 dan 4, Amtsilatu Tashriffiyah, Taisirul KHolaq, Jurumiyah, I’lal Shorfi, Jazariyah, Usfuriyyah, Risalah Aswaja, Al I’rab, Wasoya, Qowaidul I’lal, Durorul Bahiyah, Hulashoh Juz 2, Matan Salam Taufiq, Daqoiqul Akhbar, Adabul Alim Al Amtsilati At Tashrifiyah
1 Wustho Fathul Qorib, I’lal Shorfi, ta’limul Muta’alim, Imrithi, Maslakul Abid, Tafrihatun Wildan Nadhom Al Imrithi
2 Wustho Arbain Nawawi, Imrithi, Fathul Qorib, Maqsud (al maufud), Kifayatul awam, minhatul mughis, Qowaidul I’rab Nadhom Al Imrithi
3 Wustho Alfiyah Ibn Malik, Uyunu Masa’il, Ilmu Tafsir, Fathul Mu’in, Qowaidul I’rab, Kifayatul awam, Bulughul Marom Nadhom Alfiyah Ibnu Malik
1 Ulya Umul Barohain, alfiyah Ibn Malik, Waroqot, Tafsir Jalalain, Faroidul Bahiyah, Fathul Mu’in, Bulughul Marom Nadhom Alfiyah Ibnu Malik
2 Ulya Faroidul Bahiyah, Alfiyah Ibn Malik, Umul Barohain, Fathul Mu’in, Sulamul Munawroq, Tafsir Jalalain, GHoyatul Wushul Nadhom Alfiyah Ibnu Malik
3 Ulya Jawahirul Maknun, Munhajus Saniyah, Umul Barohain, Fathul Mu’in, Udatul Farid, Tafsir Jalalain, Ghoyatul Wushul Nadhom Alfiyah Ibnu Malik

Scroll to Top