Haul Ke-5 RKH. Moch Dahlan Ghoni Berlangsung Khidmat, Ribuan Jamaah Hadiri PP Salafiyah Shirothul Fuqoha

Posterhaul5

Gondanglegi — Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha Sepanjang Gondanglegi kembali menggelar Haul Ke-5 Almaghfurlah RKH. Moch Dahlan Ghoni pada Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh keluarga ndalem dengan dukungan para alumni dan santri tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di ndalem kasepuhan serta halaman utama pondok pesantren.

Sejak sore hari, para jamaah mulai berdatangan dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian haul. Tidak hanya masyarakat sekitar Kabupaten Malang, jamaah juga hadir dari Kudus, Magelang, Jombang, serta beberapa wilayah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Diperkirakan sekitar dua ribu jamaah memadati area pondok demi mengikuti doa bersama dan mengenang perjuangan Almaghfurlah RKH. Moch Dahlan Ghoni.

Suasana religius sudah terasa bahkan sebelum acara inti dimulai. Grup banjari Syidushsyafaah yang merupakan tim banjari Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha membuka pra acara dengan lantunan shalawat yang menggema di seluruh area pondok. Para jamaah tampak larut dalam suasana penuh mahabbah kepada Rasulullah SAW dan para ulama pewaris perjuangan dakwah Islam.

Rangkaian Acara Haul Berlangsung Penuh Kekhusyukan

Rangkaian haul kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba’, tawasul kepada para masyayikh Pondok Sepanjang, pembacaan Surah Yasin, tahlil, manaqib Almaghfurlah RKH. Moch Dahlan Ghoni, hingga doa penutup. Seluruh rangkaian berjalan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Dalam acara tersebut, tampak hadir sejumlah tokoh dan ulama, di antaranya KH. Abdul Haq dari Pagelaran dan KH. Imam Sibawaih dari Turen. Kehadiran para masyayikh, alumni, wali santri, serta masyarakat umum semakin mempererat suasana kekeluargaan yang menjadi ciri khas tradisi pesantren.

Bagi masyarakat dan para alumni, haul bukan hanya agenda tahunan semata. Haul menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan para ulama yang telah mengabdikan hidupnya demi menjaga ilmu agama dan membimbing masyarakat.

Kisah Keteladanan RKH. Moch Dahlan Ghoni

Momen yang paling menyentuh dalam haul kali ini adalah penyampaian kisah perjuangan hidup Almaghfurlah oleh Ning Hj. Fatimatuzzahro Ilbatul selaku putri kedua RKH. Moch Dahlan Ghoni. Dalam penyampaiannya, beliau menceritakan perjalanan panjang dan penuh perjuangan sang ayah sejak masa mondok hingga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha.

Beliau menggambarkan sosok RKH. Moch Dahlan Ghoni sebagai pribadi yang faqih, sangat tekun dalam belajar, serta memiliki kesabaran dan istiqomah yang luar biasa dalam menjalankan rutinitas keseharian. Keteladanan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para santri dan masyarakat yang hadir.

Menurut penuturan beliau, Almaghfurlah dikenal sebagai sosok yang sangat berhati-hati dalam menentukan berbagai perkara, termasuk dalam hal penentuan waktu adzan. Bahkan dalam menentukan waktu sholat, beliau mempertimbangkan tiga hal sekaligus, yakni kondisi nyata di lapangan, kalender sholat, serta hasil hisab rubu’. Ketelitian tersebut menjadi bukti kesungguhan beliau dalam menjaga syariat dan kehati-hatian dalam beragama.

Tidak hanya dikenal sebagai ulama yang alim dan disiplin, RKH. Moch Dahlan Ghoni juga dikenal memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Dalam berbagai keterbatasan, beliau tetap istiqomah mengajar, membimbing santri, dan menjaga keberlangsungan pendidikan pesantren. Sikap sabar dan pengabdian beliau itulah yang hingga kini masih dikenang oleh para santri dan masyarakat.

Menjunjung Nilai Ilmu dan Thoriqoh Tarbiyah Watta’lim

Pada kesempatan tersebut, Ning Hj. Fatimatuzzahro Ilbatul juga menyampaikan nasab Almaghfurlah RKH. Moch Dahlan Ghoni yang tersambung hingga KH Hasan Sanusi Jombang, Raden Kian Santang, Prabu Siliwangi, Pangeran Alif, Raden Mas Karebet (Joko Tingkir), Raja Brawijaya V, Syekh Jumadil Kubro, hingga Rasulullah SAW. Penyampaian tersebut disambut penuh antusias oleh jamaah yang hadir.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha merupakan pesantren yang menjunjung tinggi nilai ilmu beserta pengamalannya melalui thoriqoh tarbiyah watta’lim. Nilai tersebut menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter santri agar tidak hanya memahami ilmu agama secara teori, namun juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menjadi pengingat penting bahwa tradisi pesantren tidak hanya menitikberatkan pada proses belajar, tetapi juga pembentukan adab, akhlak, dan keberkahan ilmu. Nilai inilah yang selama ini terus dijaga dan diwariskan di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha.

Antusiasme Santri dan Semangat Kebersamaan

Suasana haul malam itu berlangsung penuh haru. Tidak sedikit jamaah yang tampak meneteskan air mata ketika mendengarkan kisah perjuangan dan keteladanan Almaghfurlah RKH. Moch Dahlan Ghoni. Bagi para santri dan alumni, haul bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum untuk memperbarui semangat dalam menuntut ilmu dan berkhidmah kepada agama.

Antusiasme para santri dalam menyukseskan acara juga terlihat sejak beberapa hari sebelum haul dilaksanakan. Para santri bersama-sama melaksanakan ro’an atau kerja bakti membersihkan area pondok, mempersiapkan tempat acara, hingga membantu berbagai kebutuhan teknis selama kegiatan berlangsung. Semangat gotong royong tersebut menjadi gambaran kuatnya rasa cinta santri terhadap pondok dan para masyayikh.

Bagi masyarakat sekitar, haul juga menjadi ajang silaturahmi antar alumni, wali santri, dan masyarakat umum. Banyak jamaah yang memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali bersua dengan para guru dan sahabat lama di lingkungan pesantren.

Haul Sebagai Momentum Meneladani Ulama

Tradisi haul sendiri merupakan salah satu warisan penting dalam kultur pesantren Nahdlatul Ulama. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah wafat, haul juga menjadi sarana meneladani perjuangan, akhlak, serta keteguhan para masyayikh dalam menjaga ilmu dan dakwah Islam.

Melalui penyelenggaraan Haul Ke-5 ini, keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha berharap nilai-nilai perjuangan Almaghfurlah RKH. Moch Dahlan Ghoni dapat terus hidup di tengah masyarakat dan para santri. Semangat istiqomah, kesabaran, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap ilmu diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi penerus pesantren.

Haul malam itu pun ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk Almaghfurlah RKH. Moch Dahlan Ghoni, keluarga besar pondok, para santri, alumni, serta seluruh kaum muslimin. Di tengah lantunan doa yang menggema, para jamaah berharap agar keberkahan para ulama senantiasa mengalir dan Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha terus menjadi tempat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan istiqomah dalam perjuangan.

Tim Redaksi: Media Pondok Sepanjang

Bagikan Artikel Ini

Share:

More Posts

Send Us A Message

Scroll to Top