MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha’, Sepanjang, Gondanglegi. Dua santri perwakilan pondok, yakni Muhammad Irfan Maulana Hanafi dan Idris Muhamad Al Asad, berhasil membawa nama pesantren masuk dalam jajaran 10 Besar Lomba Santripreneur 2026 tingkat provinsi. Dalam kompetisi ini, mereka turut didampingi dan dibimbing oleh Syahrul Hidayat, S.Kom dari santri thobaqoh ulya
Mengusung Inovasi Digital Gemintang YouthPreneur
Ajang Lomba Santripreneur ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang ke-81. Jambore OPOP (One Pesantren One Product) Jatim 2026 untuk kategori lomba ini telah dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis, 16–17 September 2026, bertempat di Jolotundo, Nganjuk, Jawa Timur.
Dalam ajang bergengsi tersebut, tim mengusung sebuah gagasan inovatif bernama Gemintang YouthPreneur. Program ini dirancang khusus untuk mengubah skill atau keahlian kreatif para santri agar bisa menjadi bisnis digital yang menguntungkan. Adapun layanan utama yang diunggulkan dalam platform ini meliputi jasa desain grafis, video editing, dan pengembangan website.
Menjawab Tantangan dan Belajar Hal Baru

Perjalanan menuju posisi 10 besar tentu tidak didapatkan dengan mudah. Tim harus melewati perjuangan yang luar biasa, mulai dari merelakan jam tidur hingga harus pintar membagi waktu antara menyusun pitch deck dan mengikuti padatnya jadwal kegiatan pesantren. Tantangan terbesar bagi Irfan dan Idris adalah fakta bahwa dunia startup dan kewirausahaan digital (santripreneur) merupakan hal yang benar-benar baru bagi mereka berdua.
Namun, momen berharga berhasil mereka dapatkan saat mengikuti Jambore di Nganjuk. Di hadapan dewan juri kompeten yang berasal dari berbagai unsur kelembagaan—termasuk perangkat daerah, perguruan tinggi, Dekopinwil Jatim, Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Sekretariat OPOP Jatim, serta OPOP Training Center ITS—mereka mempresentasikan ide bisnisnya. Selain itu, mereka juga mendapat materi mendalam tentang cara menyusun pitch deck, mengasah kemampuan public speaking, dan menjalin relasi dengan santri dari berbagai pesantren lain.
Mematahkan Stigma dan Mendorong Kemandirian Pesantren

Keikutsertaan mereka membawa misi penting untuk mematahkan stigma. Mereka ingin membuktikan bahwa santri tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga memiliki kompetensi di berbagai bidang modern. Hal ini sangat sejalan dengan visi program OPOP Jatim yang terus mendorong agar pesantren tidak sekadar menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mampu menjadi ekosistem yang melahirkan santri berjiwa wirausaha. Lomba ini menjadi ruang belajar sekaligus pemantik bagi santri untuk berani menciptakan ide bisnis orisinal, mengembangkan potensi, dan membangun kemandirian ekonomi.
Meski di awal perjalanan sempat ada pihak yang meragukan, keberhasilan mereka lolos sebagai finalis menjadi pembuktian nyata atas kerja keras tersebut. Saat ini, tim tengah menantikan pengumuman hasil akhir. Nantinya, peraih Juara 1, 2, 3, dan Harapan 1 akan mendapatkan penghargaan langsung dari Gubernur Jawa Timur, sementara seluruh finalis akan menerima sertifikat apresiasi. Mari kita doakan agar tim Gemintang YouthPreneur mendapatkan hasil yang terbaik!
Penulis: Tim Media Pondok Sepanjang
Editor: Tim Media Pondok Sepanjang



